Sarajevo sendiri bisa dijelajahi dalam dua atau tiga hari, tetapi sebagian pengalaman paling berkesan justru berada tepat di luar kota. Dua wisata sehari paling menonjol: kota Mostar yang memesona, dan Terowongan Harapan, yang menceritakan salah satu kisah ketangguhan manusia paling menyentuh dalam sejarah modern.
Mostar dan Jembatan Stari Most
Mostar berjarak sekitar 130 km dari Sarajevo, sekitar 2 jam 15 menit berkendara, sementara bus umum dari terminal utama Sarajevo memakan waktu 2,5 hingga 3 jam. Anda bisa naik bus umum yang murah, memesan tur sehari terorganisir (opsi termudah, biasanya menyertakan pemberhentian tambahan di Air Terjun Kravica, benteng Počitelj, dan tekija Sufi Blagaj), atau menyewa sopir pribadi.
Jantung Mostar adalah Stari Most (Jembatan Tua), mahakarya Ottoman yang dibangun pada 1566 oleh arsitek Mimar Hayruddin atas perintah Sultan Suleiman yang Agung. Jembatan ini hancur total akibat pengeboman pada 1993 saat perang, kemudian dibangun kembali dengan cermat pada 2004 menggunakan teknik konstruksi yang sama dan bahkan jenis batu yang sama, hingga meraih status Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2005. Jembatan ini terkenal dengan para penyelam lokal Stari Most Divers, yang melompat dari ketinggian 18 meter ke Sungai Neretva — tradisi puluhan tahun yang masih dilakukan setiap musim panas.
Di sekitar jembatan terbentang Kota Tua, dengan gang-gang berbatu, pasar tembaga, dan restoran tepi sungai menghadap Neretva yang berwarna toska, tempat Anda bisa mencicipi hidangan Bosnia otentik seperti ćevapi lokal. Sisihkan minimal 3-4 jam di Mostar untuk berkeliling santai.
Terowongan Harapan: Sejarah Pengepungan Terpanjang di Era Modern
Di sisi lain, terdapat War Tunnel Museum (dikenal sebagai "Terowongan Harapan" atau "Terowongan Keselamatan"), dekat Bandara Internasional Sarajevo di kawasan Butmir. Digali dengan tangan mulai Januari 1993 oleh sukarelawan Bosnia yang bekerja dalam shift 8 jam, terowongan ini selesai pertengahan 1993. Panjangnya sekitar 960 meter, tinggi hanya 1,5 meter dan lebar 1 meter, menjadikannya satu-satunya jalur penghubung antara Sarajevo yang terkepung dengan wilayah Bosnia yang bebas — makanan, bantuan kemanusiaan, dan senjata melewatinya, dan ribuan warga sipil melarikan diri melaluinya selama pengepungan 1992-1995, pengepungan ibu kota terlama dalam sejarah modern.
Kini hanya 20 meter dari terowongan asli yang masih terbuka untuk pengunjung, bagian dari museum yang dibangun di rumah keluarga Kolar tempat pintu masuk terowongan berada, memamerkan artefak masa perang, foto, dan rekaman dokumenter. Jam buka: 1 April - 31 Oktober, 08.30-17.30 (masuk terakhir 17.00); 1 November - 31 Maret, 09.00-16.00 (masuk terakhir 15.30). Tiket reguler 20 KM (~10 EUR), pelajar 8 KM, dengan biaya audio guide tambahan 3 KM. Penting: museum tidak menerima kartu kredit atau mata uang asing, jadi bawalah uang tunai dalam Mark Bosnia. Sisihkan minimal 1 hingga 1,5 jam untuk kunjungan lengkap.
Museum dapat dicapai dengan taksi dari pusat kota Sarajevo (sekitar 20-25 menit), atau sebagai bagian dari tur sejarah terorganisir yang juga mencakup situs era pengepungan lainnya seperti "Sniper Alley" dan pemakaman para syuhada.
Bagi pelancong yang hanya punya satu hari ekstra di Sarajevo, Terowongan Harapan dipadukan dengan tur singkat pusat kota menawarkan pengalaman sejarah yang lebih mendalam dengan waktu tempuh jauh lebih sedikit, sementara Mostar cocok bagi yang menginginkan sehari penuh keindahan arsitektur dan relaksasi tepi sungai. Pelancong dengan waktu cukup (3+ hari di Sarajevo) dapat dengan mudah memasukkan kedua wisata ini secara terpisah.