Baščaršija dikenal luas sebagai "jantung Sarajevo", kawasan bersejarah yang didirikan Ottoman pada abad ke-15 sebagai pasar utama kota. Namanya sendiri secara harfiah berarti "pasar utama", sebutan yang tepat untuk sebuah kawasan berisi gang-gang berbatu sempit yang dipenuhi toko-toko kecil penjual barang tembaga, perak, set kopi Bosnia, dan kerajinan tangan yang jiwanya nyaris tak berubah selama berabad-abad.
Titik awal alami untuk berjalan-jalan adalah Alun-Alun Sebilj, rumah bagi air mancur kayu bergaya Ottoman yang dibangun kembali pada 1891 mengikuti tradisi Istanbul, setelah kebakaran menghancurkan bangunan asli tahun 1753. Legenda setempat mengatakan siapa pun yang minum dari airnya ditakdirkan untuk kembali ke Sarajevo — ritual yang masih dilakukan ribuan wisatawan setiap tahun. Kawanan merpati berkumpul di sekitar alun-alun, menjadikannya salah satu spot paling banyak difoto di kota ini.
Berjalan sebentar dari Sebilj, berdirilah Masjid Gazi Husrev-beg, dibangun pada 1531 oleh gubernur Ottoman yang namanya diabadikan sebagai nama masjid ini. Ini adalah masjid terbesar di Bosnia dan Herzegovina serta salah satu contoh terbaik arsitektur Ottoman klasik di seluruh kawasan Balkan. Menaranya menjulang setinggi 47 meter, dan yang mengagumkan, masjid ini menjadi masjid pertama di dunia yang dialiri listrik, pada tahun 1898 — sebuah fakta yang sangat dibanggakan warga Sarajevo. Pengunjung non-Muslim dapat masuk di luar waktu salat dengan biaya kecil, asalkan berpakaian sopan dan melepas alas kaki.
Tepat di sebelah masjid terdapat Morića Han, salah satu karavanserai peninggalan era Ottoman yang langka masih bertahan dari zaman kafilah dagang, kini diubah menjadi kafe dan restoran tradisional — tempat yang sempurna untuk singgah dan mencicipi kopi Bosnia yang diseduh dengan cara lama dalam poci tembaga džezva.
Kunjungan ke Baščaršija tidak lengkap tanpa menyusuri Kazandžiluk, gang pengrajin tembaga yang terkenal, tempat para perajin masih menempa poci dan nampan kopi dengan tangan persis seperti nenek moyang mereka lima abad silam. Inilah tempat terbaik di kota untuk membeli suvenir asli, bukan barang wisata impor.
Secara praktis, Baščaršija bisa dijelajahi sepenuhnya dengan berjalan kaki dalam satu hari, meski disarankan meluangkan setidaknya setengah hari untuk berkeliling santai, singgah di kafe, dan mencicipi makanan lokal seperti ćevapi (sosis daging cincang panggang dalam roti pipih) dan burek (pastry berisi daging atau keju). Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari sebelum pukul 9 untuk menghindari keramaian dan mendapat foto bersih landmark, atau malam hari setelah matahari terbenam, saat cahaya hangat menyinari menara dan bangunan bersejarah menciptakan suasana yang memikat.
Tak jauh dari sana berdiri Jembatan Latin, jembatan bersejarah tempat pembunuhan Archduke Franz Ferdinand pada 1914 memicu Perang Dunia I, serta Balai Kota bergaya Moor (Vijećnica), salah satu bangunan terindah Sarajevo yang rusak parah saat pengepungan namun kini telah direstorasi sepenuhnya.
Bagi wisatawan Teluk dan Saudi, Baščaršija terasa relatif akrab berkat karakter Islam-Ottoman kawasan ini: masjid aktif untuk salat, makanan tradisional Bosnia yang secara alami halal (tanpa perlu label khusus karena masakan klasik di sini memang halal sejak awal), serta suasana yang aman dan ramah keluarga untuk dijelajahi bahkan hingga malam hari.