Nice, ibu kota tidak resmi French Riviera, lebih mudah dijangkau dari Arab Saudi daripada yang banyak orang kira. Saudia mengoperasikan penerbangan langsung antara Nice dan Riyadh beberapa kali seminggu, ditambah penerbangan dari Jeddah, menawarkan alternatif nyaman selain harus transit lewat Paris atau kota-kota besar Eropa lainnya.

Aturan visanya sama seperti Prancis pada umumnya: Nice adalah bagian dari Kawasan Schengen, dan warga negara Saudi saat ini masih memerlukan visa Schengen Tipe C untuk masuk, meski ada wacana berulang tentang kemungkinan pembebasan visa oleh UE bagi warga Saudi di masa depan yang belum terwujud. Visa ini memungkinkan tinggal hingga 90 hari dalam periode 180 hari mana pun, diajukan melalui pusat resmi yang mewakili konsulat Prancis di Riyadh, Jeddah, dan Alkhobar, dan memerlukan asuransi kesehatan dengan pertanggungan minimal €30.000 yang berlaku di seluruh wilayah Schengen, bukti akomodasi, tiket pulang-pergi, dan bukti kemampuan finansial. Pemrosesan resmi memakan waktu sekitar 15 hari kerja, tetapi mengajukan empat hingga enam minggu sebelumnya lebih aman, terutama saat musim panas ketika Riviera mengalami permintaan tinggi. Pelancong dengan riwayat visa Schengen sebelumnya yang baik sering menerima visa multiple-entry berdurasi panjang.

Waktu kunjungan bahkan lebih penting di Nice dibanding Paris, karena sebagian besar daya tarik kota ini terkait laut dan cuaca. Waktu terbaik adalah Mei, Juni, dan September: suhu laut nyaman (sekitar 20–24°C), cuaca cerah dan sejuk, serta keramaian jauh lebih ringan dibanding puncak musim panas. Juli dan Agustus adalah musim puncak Prancis dan Eropa untuk Riviera — suhu laut mencapai sekitar 25°C, tetapi pantai, restoran, dan hotel berada pada titik tersibuk dan termahal, jadi pesan berbulan-bulan sebelumnya jika berkunjung saat itu. Musim dingin (November–Maret) relatif sejuk (8–14°C) dibanding wilayah Prancis lainnya, yang menjadikan Nice resor musim dingin favorit kalangan bangsawan Eropa sejak abad ke-19, tetapi bukan musim berenang dan lebih cocok bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kota tua dan museum tanpa keramaian.

Mata uangnya adalah euro, dan kartu diterima hampir di mana saja, termasuk pasar kecil dan kafe, jadi tidak perlu membawa banyak uang tunai kecuali sedikit untuk pasar terbuka seperti Cours Saleya.

Dari segi anggaran, Nice relatif lebih murah dibanding Paris untuk akomodasi dan makan meski menjadi destinasi pesisir yang bergengsi. Hotel bintang 3–4 mulai dari sekitar 350–600 SAR per malam tergantung musim dan lokasi (harga melonjak tajam di Juli dan Agustus). Berkeliling kota mudah lewat trem dan bus dengan tiket yang cukup murah (sekitar €1,70 per perjalanan). Makan di restoran kelas menengah berkisar €15–25, dan pantai umum Nice sepenuhnya gratis (berbeda dari beberapa destinasi pesisir lain yang mengenakan biaya masuk pantai), yang menghemat banyak dalam anggaran harian.

Tips praktis: Bandara Nice Côte d'Azur sangat dekat dengan pusat kota, dan jalur trem 2 menghubungkannya ke pusat kota dalam sekitar 30 menit dengan tarif murah — biasanya lebih cepat dan lebih murah daripada taksi.