Kompleks Abraj Al Bait, yang populer disebut "Menara Jam," merupakan salah satu landmark paling dikenal di Mekkah, terletak tepat bersebelahan dengan Masjidil Haram di dekat Gerbang King Abdulaziz, menjadikannya persinggahan praktis bagi banyak pengunjung untuk berbelanja dan makan di sela-sela waktu shalat.
Kompleks ini terdiri dari tujuh menara, yang paling menonjol adalah menara utama yang dikenal sebagai Makkah Royal Clock Tower, dengan ketinggian 601 meter — menjadikannya menara jam tertinggi di dunia menurut Guinness World Records — dan selesai dibangun pada tahun 2012. Ketujuh menara ini juga memiliki fungsi lain: hotel di menara utama menawarkan akomodasi mewah dengan kamar yang menghadap langsung ke Masjidil Haram dan Ka'bah.
Fitur paling menonjol dari bangunan ini adalah jamnya sendiri, permukaan jam terbesar di dunia, berukuran sekitar 43 kali 43 meter pada masing-masing dari empat sisi menara, dengan jarum menit sepanjang sekitar 23 meter. Jam ini diterangi oleh sekitar dua juta lampu LED, dengan permukaannya dihiasi kaligrafi Arab yang jelas terlihat, dan pada hari cerah waktunya dapat terbaca dari jarak sekitar 17 km. Bagian luar kompleks ini juga dihiasi lebih dari 98 juta ubin mozaik kaca, beberapa di antaranya dilapisi emas 24 karat.
Dari sisi belanja, kompleks ini mencakup mal yang membentang beberapa lantai, dimulai dari tiga lantai pertama yang menampung toko-toko dengan gaya yang familiar bagi kebanyakan pengunjung Barat, dengan ruang ritel tambahan yang meluas hingga lima lantai di beberapa bagian pusat perbelanjaan ini. Lantai keempat secara khusus menampung Abraj Hypermarket, tempat praktis untuk membeli oleh-oleh, kurma, dan abaya dengan harga terjangkau sebelum meninggalkan kota.
Untuk urusan kuliner, mal ini menawarkan area makan yang luas dengan pilihan mulai dari makanan cepat saji hingga restoran keluarga, dengan nama-nama populer seperti Al Baik, Al Tazaj, Al-Dar Al-Baida, dan Smash Burger — pilihan praktis dan cepat yang cocok bagi kebanyakan pengunjung di sela-sela waktu shalat. Bagi yang mencari pengalaman bersantap yang lebih mewah, restoran di lantai atas dalam hotel menara ini menyajikan hidangan tradisional seperti Kabsa, shawarma, dan falafel, serta hidangan penutup seperti Kunafa, dengan pemandangan langsung ke halaman masjid — meski harganya jauh lebih tinggi dan lebih cocok untuk pengalaman istimewa sesekali dibanding santapan sehari-hari.
Secara praktis, Menara Jam menjadi pilihan yang nyaman bagi siapa pun yang menginap di hotel-hotel terdekat di Ajyad atau Ibrahim al-Khalil, dapat dicapai dengan berjalan kaki dalam beberapa menit dari sebagian besar gerbang Haram di dekatnya. Perlu dicatat bahwa kawasan ini menjadi cukup padat selama dan segera setelah lima waktu shalat, sehingga pengaturan waktu yang tepat membantu memberikan pengalaman berbelanja atau bersantap yang lebih tenang — misalnya pergi pada pagi hari atau cukup lama setelah shalat Isya.
Singkatnya, kawasan Menara Jam menggabungkan statusnya sebagai landmark arsitektur pemecah rekor dengan peran praktis sehari-hari sebagai pusat belanja dan kuliner yang melayani jutaan pengunjung yang datang ke Masjidil Haram sepanjang tahun, menjadikan kunjungan ke sana bagian alami dari setiap rencana perjalanan ke Mekkah.
💬 Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama berbagi pengalaman!